Air Mata Balotelli Tidak Berarti Kelemahan

Air Mata Balotelli Tidak Berarti Kelemahan

Air Mata Balotelli Tidak Berarti Kelemahan

Air Mata Balotelli Tidak Berarti Kelemahan – Bos tim nasional Italia itu mengatakan bahwa sang striker tidak harus malu setelah ledakan emosi yang dilakukannya di Napoli, sementara dia juga percaya bahwa langkah Pablo Osvaldo ke Juventus akan membantu dia semakin dewasa. Pelatih kepala tim nasional Italia yaitu Cesare Prandelli menegaskan bahwa tampilan Mario Balotelli yang penuh emosi dalam kekalahan AC Milan atas Napoli bukanlah merupakan satu tanda kelemahan. Pemain tersebut mulai menangis sesaat setelah dirinya digantikan saat dia melihat kemerosotan timnya dalam pertandingan yang berakhir dengan kekalahan Rossoneri dengan skor akhir 3-1 di San Paolo hari pada Sabtu kemarin, dengan rumor awal dalam media sosial dengan kurang tepat menunjukkan adanya satu pelecehan secara rasial dari para pendukung tim tuan rumah yang telah mendorong reaksinya tersebut.
Air Mata Balotelli Tidak Berarti Kelemahan – Prandelli merasa bahwa Balotelli hanya kewalahan setelah seminggu yang penuh gejolak di mana dia tahu bahwa dia merupakan ayah biologis dari Pia, putri mantan pacarnya yaitu Rafaella Fico, dan sang pelatih itu percaya bahwa reaksi dari pemain yang berusia 23 tahun itu mengirimkan satu pesan positif tentang tekanan yang terlibat di dalam pertandingan. “Dia baru-baru ini mengakui putrinya, akan tetapi saya tidak akan masuk ke dalam kehidupan pribadinya karena itu terkait dengan masalah hormat. Akan tetapi syukurlah bahwa dia menangis pada malam itu di bangku.” “Saya pikir dia kewalahan dengan emosi yang begitu kuat di Napoli. Dia masih muda dan tidak selalu bisa menangani tekanan yang begitu luar biasa.”

Air Mata Balotelli Tidak Berarti Kelemahan – “Air matanya itu bukan tanda kelemahan, itu menunjukkan bahwa dia merupakan manusia. Itu mewakili satu pesan yang baik – superhero itu tidak ada. Dia menunjukkan bahwa dia memahami kerapuhan menjadi seorang manusia sama seperti orang lain.” “Kita tidak pernah harus malu dengan perasaan kita.” Prandelli kemudian melanjutkan untuk membahas langkah Pablo Daniel Osvaldo yang pindah ke Juventus pada bulan Januari kemarin, dan pelatih tersebut mengklaim bahwa pemain lini depan yang dipinjamkan dari Southampton itu akan menjadi lebih dewasa di bawah bimbingan Antonio Conte. “Osvaldo sudah menunggu adanya suatu terobosa. Kedatangannya di Juventus akan meningkatkan motivasi kelompok, sementara itu Juve merupakan satu kesempatan yang luar biasa baginya untuk dewasa dan tumbuh.”

Air Mata Balotelli Tidak Berarti Kelemahan – “Pengalaman ini telah datang di waktu yang tepat baginya.” Akhirnya, Prandelli menyatakan bahwa tim nasional Italia yang dilatihnya itu tidak boleh dianggap juara favorit dalam Piala Dunia pada musim panas ini, akan tetapi pelatih yang berusia 56 tahun itu mengakui bahwa pemain veteran Azzurri tertentu bisa berfungsi sebagai tokoh inspiratif bagi generasi mendatang. “Para favorit adalah Brazil, Argentina, Spanyol dan juga Jerman. Lalu ada kami, Uruguay, Inggris, Belanda, Belgia, Kolombia, Jepang.” “Saya beruntung memiliki para pemain seperti (Gianluigi) Buffon, (Daniele) De Rossi dan juga (Andrea) Pirlo. Mereka selalu berkonsentrasi. Mereka juga juara dunia yang dapat menunjukkan motivasi mereka untuk generasi mendatang.”