Akhir Yang Sebenarnya Dari Era Sir Alex Ferguson

Akhir Yang Sebenarnya Dari Era Sir Alex Ferguson

Akhir Yang Sebenarnya Dari Era Sir Alex Ferguson

Akhir Yang Sebenarnya Dari Era Sir Alex Ferguson – Setelah perginya Anderson dengan status pinjaman ke Fiorentina, beberapa pemain yang merupakan bagian penting dari kemenangan bersejarah di Liga Champions tahun 2008 secara perlahan-lahan menghilang. Pernyataan dari klub yang berisikan perginya kapten Nemanja Vidic karena tak memperpanjang kontrak di akhir musism ini dapat menjadi akhir sebenarnya dari era Sir Alex Ferguson dan dimulainya dari era David Moyes. Moyes mengatakan diawal musim bahwa tim Manchester United saat ini masih merupakan tim yang bernafaskan filosofi Sir Alex. Manajer baru asal Skotlandia hanya mendatangkan Marouane Fellaini di bursa transfer musim panas dan Juan Mata. Namun diskusi terkait dengan belanja besar-besaran Manchester United di musim panas mendatang sudah tersebar luas karena mereka pasti membutuhkan nama-nama baru.

Akhir Yang Sebenarnya Dari Era Sir Alex Ferguson – Vidic adalah pemimpin dari tim besar terakhir yang pernah dibentuk oleh Sir Alex Ferguson, sebuah tim yang memenangi pertandingan dramatis di Moskow dan masih sukses selama beberapa tahun kemudian hingga saat terakhir Sir Alex Ferguson di akhir musim 2012-2013. Para anggota dari tim tersebut, termasuk Vidic, sekarang sedang mendekati akhir dari karir mereka dan mungkin akan menjalani musim penuh terakhirnya bersama Manchester United. Sudah menjadi rahasia umum bahwa Rio Ferdinand dan Patrice Evra kemungkinan besar juga menghadapi saat-saat terakhir bermain bagi Manchester United musim ini. Semua orang sudah mengetahui selama bertahun-tahun bahwa Manchester United memiliki kelemahan di lini tengah dan Sir Alex Ferguson yang keras kepala dan tak mau membeli gelandang baru membuat area tersebut menjadi kritik dimana-mana.

Akhir Yang Sebenarnya Dari Era Sir Alex Ferguson – Penyakit di lini tengah tersebut berlanjut hingga era Moyes dan meski ditambah dengan kehadiran Marouane Fellaini, masih ada kekurangan kelas di lini tengah Manchester United. Kurang berkelasnya lini tengah tersebut yang mungkin juga menjadi sebab kegagalan Manchester United menjuarai dua kali final saat harus berhadapan dengan Barcelona era Pep Guardiola. Moyes harus masuk dalam kondisi yang tak bagus saat harus menghadapi skuad warisan Ferguson yang tak memiliki lini tengah hebat, dan bukan salahnya untuk memiliki nasib seperti itu. Kepergian dari Vidic yang merupakan kapten lebih dari tiga tahun terakhir mungkin merupakan peluit awal bagi revolusi yang dibawa oleh Moyes di Old Trafford dan dipercayai bahwa kepergian Vidic adalah akhir dari era Sir Alex Ferguson yang sebenarnya.

Akhir Yang Sebenarnya Dari Era Sir Alex Ferguson – Moyes mungkin dapat memiliki skuad Manchester United-nya sendiri musim depan dengan mendatangkan atau mempercayai beberapa nama baru. Walaupun harus sedih saat melihat pemain seperti Vidic – seorang pemain yang telah berkomitmen penuh saat berseragam the red devils – tapi waktu baginya untuk pergi bisa dibilang saat yang tepat karena kedua pihak memerlukan tantangan dan kesegaran baru.