Bola Online Laga Batal Terlaksana Gara-gara Salah Lapangan

Laga Batal Terlaksana Gara-gara Lapangan

Laga Batal Terlaksana Gara-gara Salah Lapangan

Bola Online – Pertandingan tunda yang mempertemukan antara Arema dengan Pro Duta kembali gagal terlaksana. Sebelumnya pada tanggal 4 September 2014 laga ini gagal dilaksanakan karena adanya aksi mogok para wasit yang menuntut pembayaran gaji mereka. Kali ini alasan batalnya laga tambah menggelikan. Operator yang mengurusi jalannya kompetisi, PT Liga Prima Indonesia Sportindo secara sembrono bahkan bodoh memberikan informasi tentang dua lokasi berbeda untuk laga ini. PT LPIS menyebut laga akan dilangsungkan di lapangan Brimob sementara info lain menyebut lapangan udara Abdul Rahman Saleh. Tentu saja ini membuat bingung para tim yang akan bertanding dan memaksa laga akhirnya kembali batal.

Pro Duta beserta perangkat pertandingan lainnya datang di lapangan Brimob dan menunggu kedatangan tim Arema selama 2×15 menit. Karena Arema tidak kunjung datang, para pemain dan oficial Pro Duta akhirnya memutuskan kembali ke tempat mereka menginap di hotel Pelangi. Pemain Arema sendiri justru datang ke tempat pertandingan lainnya di lapangan udara Abdul Rahman Saleh. Keputusan Arema datang ke lapangan ini karena berdasarkan surat yang dikirim oleh PT LPIS kepada manajer Arema, Haris Fambudy menyatakan laga melawan Pro Duta akan dilakukan di lapangan udara Abdul Rahman Saleh. Pelatih Arema bersama 13 orang pemainnya datang ke lapangan ini dan menemukan lawan mereka tidak ada di lokasi. Arema sempat menunggu kedatangan pemain Pro Duta dan perangkat pertandingan selama 2×15 menit, persis seperti yang dilakukan oleh Pro Duta di tempat lain. Karena yang ditunggu tidak jua datang, Arema pun memutuskan kembali ke mes.

Atas insiden ini, pelatih Arema IPL menumpahkan kekesalan atas insiden ini kepada CEO PT LPIS yaitu Widjajanto yang dianggapnya tidak becus mengurusi jalannya kompetisi. Dengan amarah membara, Gurning menuding Widjajanto dengan sebutan kasar karena untuk urusan kecil seperti urusan tempat pertandingan saja pihak PT LPIS tidak bisa mengurusinya. Bahkan Gurning menyebut informasi venue laga baru dikirim ke tim dua jam sebelum laga. Gurning pun menyebut pantas jika kompetisi IPL kalah pamor dengan ISL karena yang mengurusinya bukan seorang yang profesional.

Pro Duta sebetulnya sempat datang ke lapangan lanud Abdul Rahman Saleh sebelum Arema kedatangan tim Arema. Tapi karena mendapat kabar dari PT LPIS kalau lapangan tersebut tidak bisa dipakai karena sedang direnovasi, Pro Duta diarahkan untuk pergi ke lapangan brimob dan disana setelah Arema tidak kunjung datang, wasit memutuskan Arema kalah WO. Mengenai keputusan WO ini, Arema tidak menerima karena menganggap kesalahan ada di tangan PT LPIS yang simpang siur dalam memberi info lokasi pertandingan. Widjajanto selaku CEO PT LPIS juga tidak bisa dimintai keterangannya terkait insiden memalukan dalam kancah sepak bola profesional Indonesia ini. Bola Online