Julio Cesar Tembok Terakhir Brasil

Soccer - 2010 FIFA World Cup South Africa - Round Of 16 - Brazil v Chile - Ellis Park

Julio Cesar Tembok Terakhir Brasil

Prediksi-PialaDunia – Saat ini Brasil adalah tim Juara di Piala konfederasi setelah berhasil menahklukan Spanyol di laga Final. Kemenangan ini agaknya menunjukkan ambisi Brasil untuk mengambil kembali dominasi sepak bola yang dalam beberapa tahun ini di lakukan oleh Spanyol.

Salah satu sektor kekuatan Brasil saat ini adalah hadirnya Júlio César Soares de Espindola yang bermain untuk Queens Park Rangers di Championship. Pemain kelahiran 3 September 1979 itu telah memainkan 74 caps internasional bersama timnas Brasil. Pada tahun 2009, IFFHS memberinya gelar sebagai kiper terbaik di dunia, di depan Iker Casillas dan Gianluigi Buffon. Julio Cesar juga telah dianugerahi Goalkeeper of the Year liga Serie A pada tahun 2009 dan tahun 2010. Dia dinominasikan untuk Ballon d’Or 2009 dan berada di posisi ke-21, Casillas adalah satu-satunya kiper yang dinominasikan di even itu. Karir internasional Júlio César dimulai pada 2003, ketika ia sering dipanggil sebagai cadangan untuk Dida. Ia juga termasuk dalam tim Brasil di Piala Konfederasi FIFA 2003, tapi tidak pernah diturunkan. Penampilan internasional pertamanya terjadi di Copa América tahun 2004. Ia bermain di semua pertandingan diturnamen sebagai kiper utama. Dalam pertandingan final melawan Argentina, yang berakhir dengan adu penalti, Júlio César memblokir tendangan penalti pertama Argentina dan Brasil akhirnya menang 4-2.

Cesar tidak masuk dalam skuad Brasil untuk Piala Konfederasi FIFA 2005 dan Copa América 2007, tapi termasuk dalam skuad Piala Dunia 2006 sebagai kiper ketiga di belakang Dida dan kiper veteran Rogerio Ceni. Setelah Piala Dunia dan pensiunnya Dida dari sepakbola Internasional, persaingan untuk menjadi kiper pilihan utama Brazil dimulai. Dia awalnya tidak disukai pelatih baru Dunga yang lebih memilih Heurelho Gomes dari Tottenham Hotspur, dan Doni dari AS Roma. Turnamen internasional Júlio César berikutnya adalah Piala Konfederasi 2009. Dan turnamen ini dimenangkan oleh Brasil, yang mempertahankan trofi mereka yang di raih pada 2005 dengan mengalahkan Amerika Serikat 3-2 di final. Júlio César masuk ke dalam skuad akhir pelatih Dunga dari 23 pemain skuad Brasil di Afrika Selatan untuk Piala Dunia 2010. Ini adalah Piala Dunia kedua. Di perempat final, Belanda menang 2-1 atas Brasil setelah Wesley Sneijder mencetak dua gol, dan Brasil akhirnya tersingkir dari turnamen itu. César dikritik karena penampilannya dalam pertandingan ini, menyusul blunder yang dilakukannya mengakibatkan gol pertama bagi Belanda. César terlambat untuk mencegat umpan silang dari Sneijder dan masuk ke gawang tanpa tersentuh oleh César.

Setelah melalui musim yang baik dengan QPR, Júlio César kembali dipanggil untuk pertandingan persahabatan melawan Inggris pada 6 Februari 2013 yang berakhir 2-1. Júlio César adalah bagian dari 23 pemain yang dipanggil oleh pelatih Luiz Felipe Scolari untuk bermain di Piala Konfederasi FIFA 2013. Ia bermain tiga pertandingan di Grup A dan membuat dua cleansheet. Di semifinal melawan Uruguay, Júlio César menyelamatkan tendangan penalti yang dilakukan oleh Diego Forlan di menit 14. Brasil kemudian memenangkan pertandingan dengan skor 2-1, dan Júlio César menjadi man of the match. Pada 30 Juni, Brasil memenangkan Piala Konfederasi FIFA 2013 saat melibas Spanyol 3-0. Cesar memenangkan Golden Glove di turnamen ini untuk kinerja yang sangat baik dengan 3 cleansheet yang dilakukannya selama turnamen.