Kontroversi Mengenai Goal Line Tech

Kontroversi Mengenai Goal Line Tech

Kontroversi Mengenai Goal Line Tech

Kontroversi Mengenai Goal Line Tech – Duncan Gillies yang mewakili dari Visual Information Processing Group of Imperial College London dan juga Ian Reid hingga Andrew Zisserman dari Department of Engineering Science of University of Oxford sendiri pernah melakukan penelitian modern yang lakukan menyatakan bahwa Wembley Goal tersebut merupakan gol yang sah jika melihat pada peraturan yang menyebutkan bahwa hampir semua bagian bola berada di dalam garis gawang guna menyatakan gol. Jerman sendiri jelas kehilangan kesempatan guna menjadi juara. Alasan yang menyebutkan bahwa Jerman menolak GLT disebabkan dengan diuntungkannya dengan ketidak beradaan teknologi tersebut jelas tidak masuk akal. Mahalnya instalasi yang jelas harus ditanggung oleh sang empunya stadion mulai dari kompetisi 1 Bundesliga dan 2. Bundesliga, justru menjadi alasan yang mungkin masih bisa diterima.

Kontroversi Mengenai Goal Line Tech – Dana dengan nilai 250 ribu pound untuk memasang instalasi sekitar 12 hingga 14 kamera Hawk Eye dimana biasanya membutuhkan sekitar 6 hingga 7 kamera Hawk Eye hanya untuk 1 gawang saja. Michel Platini sendiri mengatakan bahwa harga tersebut terlalu mahal hanya untuk melihat kejadian yang mungkin hanya terjadi sekali dalam 40 tahun. Sementara jika dilihat dari sisi akurasi, GLT tentu menjadi terobosan yang cukup menarik. Setiap kamera akan langsung mengarah ke gawang dengan arah atau sudut pandang yang berbeda. Dan susut pandang tersebut tidak lepas dari pengamatan Hawk Eye Camera. Sementara untuk pengadil yang bertugas mulai dari wasit utama, dan 2 hakim garis serta wasit ke 4 akan menggunakan jam tangan yang secara khusus akan menyampaikan pesan mengenai sah atau tidaknya gol tersebut.

Kontroversi Mengenai Goal Line Tech – Dan laga sendiri tidak akan terganggu. Jelas menjadi terobosan yang luar biasa. Herbert Fandel yang saat ini menjabat sebagai komisi perwasitan di Jerman, Deutscher Fussball Bund, mengatakan bahwa ia sangat menyetujui GLT diterapkan di Bundesliga. Menurutnya para wasit akan terbantu dengan adanya Goal Line Technology tersebut. Teknologi ini jelas akan memudahkan kinerja wasit dalam membuat keputusan paling penting di dunia sepak bola. Fakta tersebut tentu saja harus diperhatikan. Sementara Chairman Eintracht Frankfurt, Herbert Bruchhagen sendiri mengungkapkan alasan mengenai penolakannya terhadap teknologi tersebut. keasikan bermain bola jelas akan terganggu, sementara penggunaan GLT ini hanya mencakup dunia professional di level atas.

Kontroversi Mengenai Goal Line Tech – Sebuah pernyataan yang cukup menarik memang. Sepakbola memang menjadi milik bersama. Dan jelas memiliki rasa yang sama di level manapun. Perbedaan teknologi jelas akan semakin membuat jurang semakin dalam. Bundesliga sendiri tampaknya masih ingin membiarkan orisinalitas di dunia sepakbola melalui drama di setiap laga agar tetap hidup. Lagipula ada fakta yang menarik seperti dirilis oleh Global Innovation Index yang menunjukkan negara yang paling inovatif tahun lalu. Dan Jerman sendiri tidak termasuk ke dalam daftar 10 besar. Hal ini menandakan bahwa Jerman memang kurang inovatif dalam hal ini.