Thiago + Kevin Strootman = Scholes + Keane Baru

mu

Thiago + Kevin Strootman = Scholes + Keane Baru

Prediksi-PialaDunia – Satu area dari skuad luar biasa Manchester United yang tak pernah direparasi dengan serius ileh Sir Alex Ferguson di musim-musim terakhirnya sebagai manajer Manchester United adalah lini tengah, tepat di area tengah permainan. Sejak kerjasama yang berkelas dari Roy Keane dan Paul Scholes dari 1997-2004 Manchester United telah lama mencari pengganti pemain tengah mereka yang luar biasa, tapi tak pernah mendapatkan pengganti yang tepat.

Nama-nama seperti Darren Fletcher dan Owen Hargreaves sempat menjadi jawaban atas pencarian pengganti Roy Keane, tapi kedua pemain itu terganggu cedera dan sakit. United tidak pernah mendapatkan pemain dengan tipikalKeane yang kepemimpinan dan kerja kerasnya berdampak nyata bagi tim. Semenjak kedatangannya di Old Trafford, Michael Carrick telah menghadirkan performa yang konsisten, mampu untuk mengalirkan bola dan mensetting tempo. Sedikit mirip Scholes tapi tak pernah mendekati Scholes, bukan karena kemampuannya dalam mengumpan tapi naluri gol yang sangat jauh dibawah Scholes. Carrick adalah pemain yang rapi, mengalami penampilan terbaiknya dalam dua musim beruntun, tapi dia akan berumur 32 tahun bulan Juli depan. Anderson dan Tom Cleverly telah diberi kesempatan untuk bermain sebagai gelandang serang, gelandang pengumpan, tapi kemampuan mereka belum sesuai harapan. Dengan manajer baru David Moyes, datang kesempatan bagus untuk mereparasi lini tengah Manchester United.

Thiago Alcantara dari Barcelona yang dikabarkan segera bergabung dengan skuad the red devils memiliki kemiripan yang sama dengan Paul Scholes. Dia seperti Scholes pada masa jayanya, emngkombinasikan elegansi dan kenyamanan saat menguasai bola, bersedia melakukan tackle dan memiliki naluri yang cukup untuk mencetak gol. Hattrick yang dia cetak saat final Euro U-21 membuktikan kemampuannya mencetak gol. Di Barcelona dia digadang-gadang sebagai penerus Xavi yang bermain agak kedalam, tapi selama bermain di Spanyol di diberi kebebasan menyerang yang memberikan efek kejut bagi lawan. kemampuannya untuk mengambil keputusan dan memecahkan masalah adalah salah satu yang terbaik di dunia, padahal usianya baru 22 tahun.

Di masa jayanya, kemampuan Scholes dalam mengirim bola diantara celah pertahanan lawan, mengumpan, dan yang terpenting, pengambilan keputusan adalah yang terbaik. Banyak pemain yang bisa melakukan trik luar biasa saat mendribble bola, tapi Scholes bisa melakukan semuanya di waktu yang tepat. Kesamaan diantara keduanya adalah pintar membaca permainan. Satu hal lagi, yang membuat Scholes optimal dalam mengembangkan permainannya adalah keberadaan Roy keane. Roy Keane adalah pemain yang tak pernah disebut sebagai yang terbaik dalam hal tertentu, tapi dia adalah pemain yang bisa melakukan apapun dengan sangat baik. Hasrat untuk menang begitu menggelora dalam dirinya.

Cara Keane mendominasi lawannya terlihat sama dengan gaya bermain Kevin Strootman. Dalam usia yang baru 23 tahun, Strootman sudah menjadi kapten PSV dan diprediksi sebagai pemegang ban kapten Belanda setelah Robin van Persie. Dia adalah pemimpin yang kokoh, pengaruhnya kuat dalam rekan-rekan setimnya. Tahun ini dia mendorong talenta muda nan berbakat PSV tapi rapuh untuk menempati posisi kedua Eredivisie. Dia memimpin dari depan, dan memberi contoh. Dia menunjukkan temannya bagaimana cara untuk menang, seperti Keane dipertengahan 90an. Cara memimpin yang seperti Keane diiringi juga dengan kesamaan kemampuan. Strootman sangat tangguh, pengumpan yang ekselen dan tackler yang bagus. Dia menjaga permainan tetap sederhana dan berani bermain fisik. Bahkan dia memiliki jumlah gol yang lebih banyak radipada Keane. Bila Manchester United mendatangkan Thiago Alcantara dan Kevin Strootman sekaligus, mereka akan memiliki lini tengah yang luar biasa. Pengganti Scholes dan Keane telah ditemukan saat mau bermain dalam formasi 4-4-2, bisa bermain juga dalam formasi 4-2-3-1 dengan memasukkan Kagawa.